-->

Sponsor Mascota

Puppy Menggigit Terus? Ini Cara Mengajarkan Batasannya

Kalau puppy mulai sering menggigit tangan, kaki, pakaian, atau barang di rumah, jangan langsung menganggapnya sebagai puppy yang nakal. Menggigit merupakan salah satu perilaku yang umum pada anak anjing, terutama ketika mereka sedang mengeksplorasi lingkungan, bermain, atau mengalami fase tumbuh gigi.


Masalahnya, puppy belum otomatis tahu benda mana yang boleh digigit dan mana yang harus ditinggalkan. Kalau tidak diarahkan sejak awal, kebiasaan menggigit bisa membuat barang di rumah rusak atau membuat pemilik kesulitan ketika puppy semakin besar.


Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Kuncinya bukan sekadar melarang puppy menggigit, tetapi mengajarinya batasan, menyediakan pilihan yang tepat, dan memastikan kebutuhan bermain serta aktivitasnya terpenuhi.


Puppy bermain bersama pemiliknya di dalam rumah


Kenapa Puppy Suka Menggigit?

Ada beberapa alasan mengapa puppy sering menggunakan mulutnya untuk menggigit atau mengunyah berbagai benda. Memahami penyebabnya akan membantu pemilik menentukan respons yang tepat, karena tidak semua gigitan memiliki konteks yang sama.


1. Puppy Sedang Mengeksplorasi Lingkungan

Anak anjing banyak belajar tentang lingkungan di sekitarnya melalui mulut. Karena itu, benda yang berada dalam jangkauannya bisa saja digigit, dikunyah, atau dimainkan.


Hal ini membuat puppy perlu belajar secara bertahap mengenai benda apa yang boleh digunakan untuk bermain dan benda apa yang bukan untuk digigit. Pemilik berperan penting dalam memberikan batasan tersebut.


2. Gigi dan Mulut Sedang Berkembang

Fase pertumbuhan dan pergantian gigi dapat membuat puppy lebih sering mencari sesuatu untuk dikunyah. Menggigit benda di sekitarnya bisa menjadi salah satu perilaku yang muncul pada periode ini.


Karena itu, menyediakan benda yang memang aman untuk dikunyah dapat membantu mengarahkan kebiasaan tersebut ke pilihan yang lebih tepat.


3. Puppy Sedang Bermain dan Terlalu Bersemangat

Gigitan juga bisa muncul ketika puppy sedang bermain. Gerakan tangan, kaki, pakaian yang bergerak, atau benda yang dilempar dapat menarik perhatian puppy dan mendorongnya untuk mengejar lalu menggigit.


Puppy yang terlalu bersemangat juga belum selalu mampu mengontrol cara bermainnya. Di sinilah pemilik perlu mulai mengajarkan batasan agar interaksi bermain tidak berubah menjadi kebiasaan menggigit manusia.


4. Energi Puppy Belum Tersalurkan

Puppy membutuhkan aktivitas yang sesuai dengan usia dan kondisinya. Bermain, eksplorasi, latihan singkat, dan aktivitas fisik yang sesuai dapat membantu memberikan kesempatan bagi puppy untuk menggunakan energi dan tetap terstimulasi.


Dalam pengalaman saya, aktivitas di luar rumah dengan leash juga membantu menyalurkan energi anjing. Namun, aktivitas tetap perlu disesuaikan dengan usia dan kondisi puppy, bukan sekadar membuatnya lelah.


5. Puppy Belum Memahami Batasan

Puppy tidak langsung memahami aturan rumah hanya karena kita mengatakan “jangan”. Mereka perlu belajar melalui pengulangan dan respons yang konsisten dari pemilik.


Kalau puppy menggigit mainannya, perilaku tersebut bisa diarahkan dan diberi kesempatan untuk dilanjutkan. Sebaliknya, ketika puppy menggigit barang yang tidak boleh disentuh, pemilik perlu mengalihkan perhatiannya ke benda yang memang boleh digunakan untuk bermain atau mengunyah.


Apakah Puppy Menggigit Itu Normal?

Pada banyak puppy, menggigit dan mengunyah merupakan bagian dari proses belajar serta eksplorasi. Karena itu, pemilik tidak perlu langsung menganggap setiap gigitan sebagai tanda puppy agresif.


Yang perlu diperhatikan adalah konteksnya. Puppy yang menggigit ketika bermain tentu berbeda dengan puppy yang menunjukkan perilaku mengancam atau menggigit dengan intensitas yang tidak wajar.


Menggigit Saat Bermain

Puppy sering menggunakan mulutnya ketika bermain. Mereka bisa mengejar tangan, menggigit mainan, atau mencoba menggigit kaki ketika seseorang berjalan di dekatnya.


Jika terjadi saat bermain, fokus pemilik bukan hanya menghentikan gigitan, tetapi mengajarkan bahwa ada cara bermain yang boleh dan ada yang tidak. Mainan dapat digunakan sebagai pilihan yang lebih tepat untuk mengarahkan perilaku menggigit.


Puppy bermain dan menggigit lembut tangan pemiliknya


    

Menggigit Tangan atau Kaki

Tangan dan kaki yang bergerak dapat menarik perhatian puppy. Ketika pemilik mengajak bermain menggunakan tangan atau membiarkan puppy mengejar kaki, puppy bisa belajar bahwa bagian tubuh tersebut merupakan bagian dari permainan.


Karena itu, sejak awal sebaiknya puppy dibiasakan bermain menggunakan benda yang memang diperuntukkan untuknya. Dengan begitu, batas antara benda yang boleh digigit dan bagian tubuh manusia menjadi lebih jelas.


Menggigit dan Mengunyah Barang di Rumah

Puppy dapat tertarik pada berbagai benda di rumah, terutama benda yang mudah dijangkau atau memiliki tekstur yang menarik untuk dikunyah. Sepatu, pakaian, kabel, furnitur, dan barang kecil lainnya bisa menjadi sasaran jika dibiarkan begitu saja.


Situasi seperti ini tidak cukup diselesaikan dengan terus-menerus mengatakan “jangan”. Lingkungan juga perlu diatur agar barang yang berbahaya atau mudah rusak berada di luar jangkauan puppy.


Saya pernah mengalami sendiri hal ini ketika Alice masih kecil. Saat itu saya tidak melihatnya, tetapi Alice sempat menggigit HP saya sampai rusak. Rasanya tentu sedih karena barangnya hancur, tetapi pengalaman tersebut juga mengajarkan bahwa puppy perlu diawasi dan barang yang tidak boleh digigit sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja dalam jangkauannya.


Menggigit Karena Terlalu Bersemangat

Ada kalanya puppy menjadi sangat bersemangat ketika bermain atau berinteraksi dengan orang. Dalam kondisi seperti ini, gigitan bisa menjadi lebih sering atau lebih keras karena puppy belum mampu mengendalikan perilakunya dengan baik.


Daripada terus melanjutkan permainan ketika puppy semakin sulit dikendalikan, pemilik dapat menghentikan interaksi sejenak dan memberikan kesempatan bagi puppy untuk menenangkan diri.


Kapan Gigitan Puppy Perlu Diwaspadai?

Tidak semua perilaku menggigit dapat dianggap sekadar bagian dari permainan atau eksplorasi. Perhatikan jika gigitan disertai perubahan perilaku lain, misalnya puppy menunjukkan ketakutan yang kuat, terus-menerus mencoba menyerang, atau perilakunya semakin sulit dikendalikan.


Gigitan yang menyebabkan luka serius pada manusia atau hewan lain juga tidak sebaiknya diabaikan. Dalam situasi seperti ini, pemilik dapat meminta bantuan dokter hewan atau profesional perilaku hewan untuk menilai kondisi puppy dan menentukan penanganan yang sesuai.


Cara Mengatasi Puppy yang Suka Menggigit

Menghentikan kebiasaan puppy menggigit bukan berarti setiap kali ia menggigit kita harus langsung memarahinya. Puppy perlu belajar melalui batasan yang konsisten: benda apa yang boleh digigit, bagian tubuh manusia bukan untuk dijadikan mainan, dan perilaku seperti apa yang membuat permainan tetap bisa berlanjut.


1. Ajarkan Benda yang Boleh dan Tidak Boleh Digigit

Sejak puppy mulai aktif, biasakan ia mengenali perbedaan antara barang miliknya dan barang di rumah. Sediakan beberapa mainan yang memang aman dan sesuai untuk puppy, lalu arahkan gigitan ke benda tersebut ketika ia mulai menggigit barang yang tidak seharusnya.


Misalnya, ketika puppy menggigit sepatu, jangan menjadikan sepatu itu sebagai bagian dari permainan. Alihkan perhatiannya ke mainan yang boleh digigit. Dengan pengulangan yang konsisten, puppy mendapat kesempatan untuk belajar bahwa ada benda tertentu yang memang boleh digunakan untuk bermain atau mengunyah.


Pemilik memberi isyarat berhenti saat puppy memegang kain dengan mulutnya


2. Jangan Biasakan Tangan Menjadi Mainan

Kalau tangan digunakan untuk bermain kejar-kejaran atau sengaja diberikan untuk digigit, puppy dapat menganggap tangan sebagai bagian dari permainan. Kebiasaan ini bisa menjadi masalah ketika puppy semakin besar dan gigitannya semakin kuat.


Gunakan mainan sebagai perantara ketika bermain. Dengan begitu, puppy tetap bisa mengejar, menarik, atau menggigit sesuatu tanpa menjadikan tangan dan kaki manusia sebagai target permainan.


3. Alihkan Gigitan ke Mainan yang Tepat

Ketika puppy mulai menggigit benda yang tidak seharusnya, arahkan perhatiannya ke mainan yang boleh digunakan. Setelah puppy memilih mainan tersebut, biarkan ia melanjutkan aktivitasnya.


Tujuannya bukan sekadar mengambil benda yang dilarang, tetapi memberikan alternatif yang jelas. Puppy perlu mengetahui apa yang boleh dilakukan, bukan hanya menerima larangan.


4. Hentikan Permainan Jika Gigitan Terlalu Keras

Jika puppy mulai menggigit terlalu keras ketika bermain, interaksi dapat dihentikan sementara. Berhenti bermain memberi kesempatan bagi puppy untuk memahami bahwa permainan tidak terus berlangsung ketika perilakunya sudah melewati batas yang ditetapkan.


Setelah puppy lebih tenang, interaksi dapat dilanjutkan dengan cara bermain yang lebih tepat. Yang penting, respons ini dilakukan secara konsisten dan tidak disertai hukuman fisik.


5. Berikan Penguatan Saat Puppy Memilih Perilaku yang Tepat

Jangan hanya memperhatikan puppy ketika ia melakukan kesalahan. Ketika puppy memilih menggigit mainannya sendiri, berhenti menggigit tangan, atau mengikuti arahan untuk beralih ke benda yang boleh digunakan, berikan respons positif.


Penguatan seperti pujian atau melanjutkan permainan dapat membantu puppy memahami bahwa perilaku yang tepat juga mendapatkan respons dari pemilik.


Prinsip ini juga merupakan bagian dari latihan dasar anak anjing. Jika ingin memahami cara membangun kebiasaan dan memberikan penguatan secara konsisten, baca juga cara melatih anak anjing.


6. Salurkan Energi Puppy dengan Aktivitas yang Sesuai

Pemilik mengajak puppy berjalan di lingkungan sekitar rumah


Puppy membutuhkan aktivitas yang sesuai dengan usia dan kondisinya. Bermain, eksplorasi, latihan singkat, dan aktivitas fisik yang sesuai dapat membantu memberikan kesempatan bagi puppy untuk menggunakan energi dan tetap terstimulasi.


Salah satu hal yang pernah saya lakukan dengan anjing adalah mengajaknya keluar menggunakan leash. Aktivitas seperti berjalan bersama pemilik bisa menjadi salah satu cara untuk memberikan stimulasi dan menyalurkan energi, tetapi durasi serta intensitasnya tetap perlu disesuaikan dengan usia dan kondisi puppy.


Jangan menjadikan olahraga sebagai satu-satunya solusi untuk puppy yang suka menggigit. Mengajarkan batasan tetap penting, karena puppy perlu belajar bahwa tidak semua benda atau bagian tubuh manusia boleh digigit.


Aktivitas dan permainan tentu perlu menjadi bagian dari rutinitas perawatan puppy secara keseluruhan. Untuk panduan yang lebih lengkap mengenai kebutuhan anak anjing sehari-hari, baca juga cara merawat anak anjing.


7. Aturan Harus Konsisten di Rumah

Boundary akan lebih mudah dipahami jika semua orang di rumah memberikan aturan yang sama. Kalau satu orang membolehkan puppy menggigit tangan ketika bermain, sementara orang lain melarangnya, puppy akan menerima pesan yang berbeda.


Karena itu, sepakati aturan sederhana: mainan boleh digigit, barang tertentu tidak boleh digigit, dan tangan serta kaki manusia bukan mainan. Terapkan aturan tersebut secara konsisten dalam interaksi sehari-hari.


Experience Box — Alice Pernah Menggigit HP Sampai Rusak

Saya pernah mengalami sendiri betapa pentingnya mengajarkan batasan kepada anjing sejak kecil. Waktu Alice masih kecil, saya pernah tidak melihatnya ketika ia menggigit HP saya sampai rusak. Jujur, waktu itu saya sedih banget karena HP-nya sampai hancur.


Dari pengalaman tersebut, saya jadi melihat bahwa puppy memang perlu diarahkan mengenai barang apa yang boleh digigit dan mana yang tidak. Kita tidak bisa selalu mengawasi setiap gerakannya, sehingga menempatkan barang-barang yang mudah rusak atau berbahaya di luar jangkauan juga menjadi bagian dari pencegahan.


Pengalaman ini juga membuat saya lebih memahami pentingnya memberikan alternatif. Daripada hanya melarang puppy menggigit sesuatu, lebih baik ia juga dikenalkan dengan benda yang memang boleh digunakan untuk bermain dan mengunyah.


Kapan Puppy Menggigit Perlu Diwaspadai?

Menggigit merupakan perilaku yang cukup umum pada puppy, tetapi bukan berarti semua bentuk gigitan harus dianggap wajar. Perhatikan konteks, intensitas, dan perubahan perilaku puppy secara keseluruhan.


Jika puppy menggigit semakin keras, sulit dialihkan, atau perilaku tersebut muncul bersama tanda lain yang mengkhawatirkan, jangan hanya menganggapnya sebagai fase puppy. Kondisi seperti ini sebaiknya diperhatikan lebih lanjut.


Gigitan Disertai Perilaku yang Mengancam

Perlu lebih berhati-hati jika gigitan disertai bahasa tubuh atau perilaku yang terlihat mengancam, terutama jika puppy tidak sedang bermain. Misalnya, puppy terus berusaha menyerang, menunjukkan ketakutan yang kuat, atau sulit dihentikan ketika berinteraksi dengan manusia maupun hewan lain.


Situasi seperti ini berbeda dengan puppy yang menggigit mainan atau tangan ketika sedang bermain dan masih dapat dialihkan dengan mudah.


Gigitan Semakin Keras atau Sering

Jika intensitas atau frekuensi gigitan terus meningkat meskipun sudah diarahkan dan aturan di rumah sudah diterapkan secara konsisten, sebaiknya jangan dibiarkan begitu saja.


Catat kapan perilaku tersebut biasanya muncul dan apa yang terjadi sebelumnya. Informasi tersebut dapat membantu dokter hewan atau profesional perilaku hewan memahami konteks perilaku puppy.


Gigitan Sampai Menyebabkan Luka

Gigitan yang sampai melukai manusia atau hewan lain perlu mendapat perhatian lebih serius. Selain menangani lukanya, penting untuk mencari tahu mengapa perilaku tersebut terjadi dan bagaimana mencegah kejadian serupa.


Jika puppy menunjukkan perilaku menggigit yang sulit dikendalikan atau menimbulkan risiko bagi orang maupun hewan lain, konsultasikan dengan dokter hewan. Dokter hewan dapat membantu menilai apakah ada faktor kesehatan atau kondisi lain yang perlu diperhatikan dan, bila diperlukan, menyarankan bantuan dari profesional perilaku hewan.


Perubahan Perilaku Terjadi Secara Mendadak

Perubahan perilaku yang muncul secara tiba-tiba juga sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai masalah training. Jika puppy yang sebelumnya tidak menunjukkan perilaku menggigit kemudian menjadi jauh lebih sensitif, mudah marah, atau sering menggigit tanpa pola yang jelas, kondisi tersebut perlu diperhatikan.


Dalam situasi seperti ini, pemeriksaan dokter hewan dapat membantu memastikan apakah ada masalah kesehatan yang mungkin berkaitan dengan perubahan perilaku tersebut.


Checklist Mengatasi Puppy yang Suka Menggigit

Kalau puppy sedang berada dalam fase suka menggigit, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu pemilik menerapkan batasan secara konsisten:

  • ☐ Sediakan mainan yang aman dan sesuai untuk puppy.
  • ☐ Ajarkan puppy membedakan benda yang boleh dan tidak boleh digigit.
  • ☐ Jangan menggunakan tangan atau kaki sebagai mainan.
  • ☐ Alihkan gigitan ke mainan ketika puppy mulai menggigit benda yang tidak seharusnya.
  • ☐ Hentikan permainan sementara jika puppy menggigit terlalu keras.
  • ☐ Berikan respons positif ketika puppy memilih mainan atau mengikuti batasan yang sudah diajarkan.
  • ☐ Pastikan barang yang mudah rusak atau berbahaya tidak berada dalam jangkauan puppy.
  • ☐ Berikan aktivitas dan permainan yang sesuai dengan usia serta kondisi puppy.
  • ☐ Gunakan aturan yang sama secara konsisten oleh semua anggota keluarga.
  • ☐ Perhatikan jika perilaku menggigit semakin keras, sering, sulit dialihkan, atau sampai menyebabkan luka.
  • ☐ Konsultasikan dengan dokter hewan jika perilaku menggigit disertai perubahan perilaku lain yang mengkhawatirkan.


Yang paling penting, jangan hanya berfokus pada apa yang tidak boleh dilakukan puppy. Berikan juga alternatif yang jelas agar puppy memiliki kesempatan untuk belajar perilaku yang tepat.


FAQ Seputar Puppy yang Suka Menggigit

Kenapa puppy suka menggigit tangan?

Puppy dapat menggigit tangan karena sedang bermain, mengeksplorasi lingkungan, atau mengalami fase pertumbuhan dan pergantian gigi. Tangan yang bergerak juga bisa dianggap sebagai bagian dari permainan jika puppy terbiasa diajak bermain menggunakan tangan.


Bagaimana cara agar puppy tidak menggigit?

Ajarkan puppy batasan secara konsisten. Ketika puppy menggigit benda yang tidak boleh digigit, alihkan ke mainan yang memang boleh digunakan untuk bermain atau mengunyah. Hindari menjadikan tangan dan kaki sebagai mainan agar puppy memiliki batas yang jelas.


Apakah puppy menggigit itu normal?

Menggigit dan mengunyah juga termasuk salah satu perilaku yang dapat muncul selama masa pertumbuhan puppy. Untuk melihat perkembangan anak anjing secara lebih menyeluruh berdasarkan usia, Anda bisa membaca panduan pertumbuhan anak anjing 0–12 bulan.


Kenapa puppy suka menggigit kaki saat berjalan?

Kaki yang bergerak dapat menarik perhatian puppy dan memicu perilaku mengejar atau bermain. Puppy juga masih belajar mengendalikan perilakunya. Alihkan perhatian puppy ke mainan dan hindari menjadikan gerakan kaki sebagai bagian dari permainan.


Bagaimana cara menghentikan puppy menggigit terlalu keras?

Ketika gigitan terlalu keras, hentikan permainan sementara dan berikan kesempatan bagi puppy untuk menenangkan diri. Setelah itu, interaksi dapat dilanjutkan dengan menggunakan mainan dan aturan bermain yang lebih jelas. Konsistensi penting agar puppy memahami batas yang diberikan.


Apakah boleh memukul puppy yang menggigit?

Tidak. Hukuman fisik bukan cara yang tepat untuk mengajarkan puppy mengenai batasan. Lebih baik hentikan interaksi ketika diperlukan, alihkan gigitan ke benda yang sesuai, dan berikan penguatan ketika puppy menunjukkan perilaku yang tepat.


Sampai umur berapa puppy suka menggigit?

Tidak ada usia tunggal ketika semua puppy berhenti menggigit. Perilaku menggigit dapat berubah seiring pertumbuhan, perkembangan gigi, pengalaman, dan proses belajar. Yang penting bukan hanya menunggu puppy berhenti sendiri, tetapi mengajarkan sejak awal benda apa yang boleh digigit dan bagaimana bermain dengan tepat.


Kapan puppy yang suka menggigit perlu diperiksa?

Perlu mendapat perhatian lebih jika gigitan semakin keras atau sering, sulit dialihkan, muncul bersama perubahan perilaku lain, atau sampai menyebabkan luka pada manusia maupun hewan lain. Dalam kondisi seperti itu, konsultasikan dengan dokter hewan untuk mendapatkan penilaian yang sesuai.


Kesimpulan

Puppy yang suka menggigit tidak selalu berarti agresif atau nakal. Menggigit dapat menjadi bagian dari proses bermain, eksplorasi, dan perkembangan puppy. Namun, sejak awal puppy tetap perlu diajarkan batasan agar memahami benda apa yang boleh digigit dan mana yang tidak.


Cara mengatasinya bukan hanya dengan melarang. Sediakan mainan yang sesuai, alihkan gigitan ke benda yang boleh digunakan, hindari menjadikan tangan dan kaki sebagai mainan, dan hentikan permainan ketika gigitan sudah terlalu keras. Aktivitas yang sesuai dengan usia juga dapat membantu puppy menyalurkan energinya.


Yang tidak kalah penting adalah konsistensi. Semua anggota keluarga sebaiknya menerapkan aturan yang sama agar puppy tidak menerima pesan yang berbeda. Jika perilaku menggigit semakin keras, sulit dialihkan, sampai menyebabkan luka, atau disertai perubahan perilaku lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter hewan atau profesional perilaku hewan.


Referensi

LihatTutupKomentar

Sponsor Mascota